Posts

,

Sepucuk Kerinduan

Pagi yang ku jelang kini tak lagi dengan senyuman.

Sejak saat itu.

Di balik atap yang di guyur hujan lebat.

Berkilat kilat cahaya petir.

Terdengar samar isak tangis ibu.

Terdengar pula teriakan ayah yang menggelegar seperti guntur.

Aku terkejut dan merasa takut.

Hati bertanya, ada apa gerangan terjadi?

Namun aku hanya gadis kecil yang masih terlalu malang untuk tau yang terjadi.

Ku tarik lagi selimut hangatku.

Airmataku pun tak tertahan.

Karna aku tau ibu sedang bersedih.

Malam semakin larut, aku pun terbuai dalam mimpi yang indah.

Written by : Cemplenk Minoritas

,

Selamat Ulang Tahun Pa..

Saat mata memandang kepada sosok yang masih lantang tertawa dan mudah tersenyum …

Seharusnya kata kata itu terucap,

Seharusnya suaraku lantang mengatakan.

Hanya kata kata yang sangat mudah dikatakan orang orang,

Tapi beda hal denganku..

 

Selamat Ulang Tahun Pa’’

Written by : Candra Afriadi