Posts

,

Pendakian Gunung Slamet 3.428 MDPL

Bagi saya pribadi pendakian ke gunung Slamet, adalah pendakian paling berkesan dan paling membekas dari semua pendakian yang pernah saya lakukan. Bagaimana tidak, begitu banyak cerita dibalik pendakian ini baik sebelum, saat, dan sesudah pendakian dari gunung paling tertinggi di Jawa Tengah dan ke 2 tertinggi di pulau jawa ini.

Pendakian gunung Slamet saya lakukan pada pertengahan Juli 2016 tepat 2 minggu setelah lebaran Idul Fitri. Yang tidak pernah saya lupakan adalah 10 hari sebelum pendakian saya harus mendekap di rumah sakit karena sakit demam berdarah.

Written by : Ilham Pepe

,

Kisah Mistis Gunung Slamet dan Mencekamnya pos 4 Samarantu

“The mountains are calling and I must go” – Jhon Muir

Begitulah petikan kata seorang penggiat alam, pria asal Scotlandia yang hari ini, menjadi semangat kaum muda untuk mendaki gunung.

Di balik keindahan alamnya yang mempesona ternyata gunung juga menyimpan segudang cerita mistis. Seolah gunung telah dibungkus satu paket bersama makhluk astralnya. Jika kita bicara gunung dengan mitos makhluk halusnya, maka pembicaraan tentang Gunung Slamet, tidak mungkin kita lewatkan.

Sebut saja pos 4 atau yang dinamai pos Samarantu yang paling kental aroma mistisnya. Pos buat beristirahat ini akan di temui oleh pendaki yang melewati jalur Bambangan. Konon pos Samarantu ini diambil dari kata samar dan hantu. Hal ini pun dibenarkan oleh seorang ranger gunung Slamet, Agus, yang saya temui saat melakukan pendakian ke gunung Slamet.

Written by : Ilham Pepe

,

Mistis Tipis Pendakian Gunung Ciremai Hingga Sumber Air Tersembunyi

Pemegang status sebagai atap Jawa Barat, tentu gunung Ciremai memiliki magnet tersendiri bagi para pendaki. Gunung yang juga diselimuti cerita mistis yang kental ini tentu semakin memacu adrenaline saya untuk bertamu ke dalam hutannya yang rimbun.

Gunung dengan tinggi 3078 MDPL ini saya kunjungi bersama rombongan pada Mei 2016 lalu. Memilih jalur Apuy adalah kesepakatan saya dan rombongan dikarenakan jalur ini adalah jalur tersingkat dan terbilang tidak terlalu sulit.

Akses ke Apuy yang berada di kabupaten majalengka ini pun cukup mudah. Jika kamu memulai perjalanan dari Jakarta, kamu bisa menaiki bus Primajasa jurusan Majalengka via Tol Cipularang.

Saya dan rombongan berangkat pada pukul 17:00 dari pertigaan terminal Lebak Bulus, dimana bus Primajasa sering melewati persimpangan ini. Setelah melalui kira kira 6 – 7 jam perjalanan saya dan rombongan minta diturunkan setelah keluar tol cipularang. Untung saja saat itu masih ada angkutan umum yang bisa membawa kami menuju pasar Maja.

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum tersebut sampai ke pasar Maja. Nah di pasar Maja ini merupakan titik dimana kamu harus turun. Karna nantinya kamu akan menyarter mobil dari pasar Maja untuk sampai ke basecamp Apuy maupun ke Pos Berod.

Basecamp Apuy dan Pos Berod ini beda ya? Iya beda.

Written by : Ilham Pepe

,

Menapaki Indahnya Gunung Prau

 

Bagi para pendaki gunung Indonesia, mungkin nama gunung Prau sudah tidak asing lagi. Seiring ramainya penggiat hobi mendaki gunung dewasa ini, pengunjung salah satu gunung di Temanggung, Jawa Tengah ini pun semakin ramai untuk di sambangi.

Bukan hanya karena pemandangan yang di juluki seribu bukit yang indah, tapi gunung prau terus menjadi favorit karena aksesnya begitu mudah untuk di datangi ketika kamu sudah sampai di kota wisata Wonosobo.

Selain itu, gunung ini pun juga sangat bersahabat bagi para pendaki pemula, karena treknya yang terbilang tidak terlalu sulit dan juga titik tertingginya yang tidak begitu jauh yaitu 2565 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Saya sendiri pun juga mengenali dunia pendakian dari gunung ini. Terbilang sudah dua kali saya menyambangi gunung Prau. Pertama pada Mei 2015 dan yang kedua pada Akhir tahun 2016. Dan terbukti, seperti yang saya katakan diawal bahwa gunung Prau semakin ramai pada kali ke dua saya mengunjunginya. Itu tandanya, memang peminat pendakian gunung di tanah air begitu tumbuh dengan cepat.

Oke kita balik ke sharing tentang pendakian.

Written by : Ilham Pepe

,

Rumah Hobbit Ala Bandung

rumah-hobbit

“The Hobbit”?? Yaa…, Film bergenre adventure ini merupakan hasil karya J. R. R. Tolkien yang diangkat dari novel fantasi dengan alur cerita dongeng. Dalam cerita tersebut, perkampungan kaum Hobbit yang indah dan asri merupakan hasil reka imajinasi si penulis. Salah satu tipe rumah Hobbit yang bisa dilihat dari luar dan dalamnya pada film ini adalah rumahnya Frodo dan Bilbo Baggins. Di film itu, rumah ciri khas kaum Hobbits yang berupa lubang-lubang di tanah ini terlihat sangat nyaman dan hangat selayaknya rumah manusia pada umumnya.  

Tak perlu jauh-jauh ke Selandia Baru jika hanya ingin berfoto di rumah Hobbit. Rumah kecil yang khas dengan warna oranye dan berpintu bundar ini kini dapat ditemui di Farm House Lembang. Farm House merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga yang menyuguhkan pesona bak Negara-negara eropa. Letaknya yang berada di dataran tinggi dan konsep bangunan yang bergaya eropa membuat pengunjung enggan untuk beranjak dari tempat ini. Jika mengunjungi Farm House pada hari libur, maka cekrek..cekrek . Ya.. suara kamera akan terdengar dimana-mana. Farm House memang membuat para pengunjung serasa dimanjakan akan keindahan suasana sekeliling yang sangat mendukung untuk ber-selfie ria karena banyak spot menarik untuk dijadikan background foto. Tidak mengherankan jika hampir disetiap sudut banyak pengunjung yang saling antri untuk mendapatkan spot foto terbaik.

Written by : Andri Suarna