Aku tau ini akan sangat menyakitkan.

Jangan berfikir aku tidak punya hati sayang.

Aku sayang padamu.

Karena itu aku tidak ingin membunuhmu dalam sangkar yang kuciptakan sendiri ini.

Aku yang lebih tidak tega melihatmu membiru.

Sebelum lebam itupula, aku ingin kau tiada di sini, untuk melihat Spartan menyerang lawannya

Aku tak bisa membuat ini terasa tidak sakit.

Karena aku tidak bisa membius mu dengan kelembutan kasih.

Jadi ku lakukan saja, seoalah kita akan saling melempar senyum seperti biasanya.

Tapi nyatanya tetap saja,

Rasanya seperti menusuk bagai terpaan angin gunung jam 3 pagi.

Air matamu kini sudah luruh di daratan.

Bersama ritme gerimis paling melonkolis sore itu.

Aku berdosa. Aku lelaki paling kejam sore itu.

Aku jadi sosok yang tak pernah bisa dikenali lagi.

Hingga tega menyakiti orang yang telah menjaga hati, dengan hati hati.

Maafkan aku sekali lagi sayang.

Aku hanya ingin bercumbu dengan kesendirianku.

Dan kini,

Carilah orang yang baik, yang akan memapahmu keluar dari kesedihan.

Pamulang, 16 Desember 2017
Hujan, senja, dan cerita cinta yang aku akhiri dengan ke egoisan. Bersama gerimis diantara kita dibalik redup lampu restoran cepat saji. Tempat pertemuan terakhir kita.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.