,

Merak Bulan Di Ujung Senja

Senja di sore itu.
Biaskan mentari tenggelam.
Seakan ku terbang dalam lamunan pekat memudar.
Terpaku dalam imaginasi.
Secarik senyum dengan warna memerah.
Merona menantang hasrat di jiwa.
Tatap mata yang sayu, gambarkan lelah jiwamu.
Rambut lurusmu yang berderai di terpa angin tepian sungai.
Jiwaku melemah, ketika ku tatap linang air matamu.
Mengalir menggaris pipi indahmu.
Tersenyumlah manis.

Written by : Cemplenk Minoritas

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.