Image by : HerizkArt Gallery

Suasana rumah saat ini sedang cerah dan kedua orang tuaku saat ini sedang pergi, menjenguk saudara mereka. Seharusnya saat ini aku sendiri, tapi kenyataannya sekarang aku tidak sendiri. Ada seseorang yang seharusnya aku melihatnya di TV atau di surat kabar tapi yang ada dia berada disini dan sangat dekat denganku saat ini.

Aku melihat seseorang yang ada disebelahku, seorang pria yang bertubuh tinggi, berbadan tegap, dan berambut pirang. Dia seperti pria muda yang biasa seperti biasanya tapi hanya satu saja yang berbeda.

“Pangeran William, saat ini anda sedang ditunggu oleh ibu Suri untuk kembali ke Istana Windsor” seorang pria tegap memakai jas hitam dan kaca mata hitam.

“ya…ya… bentar lagi aku kesana. Nenek kan masih lama di Windsor, kalian pergi saja dulu” katanya dengan santai.

Kedua body guard itu pun pergi sambil melihat kearahku. Tatapan mereka seakan mengatakan kalau sang pangeran masih ingin berada lebih lama denganku. Aku hanya terdiam, seharusnya sang pangeran seperti dia sepertinya kurang pantas berada didekatku bahkan datang ke rumahku yang menurutku rumahku ini sangat kecil untuk didatangi oleh seorang pangeran pewaris Kerajaan Inggris.

“Gak usah khawatir…. nenek tahu kok kalau aku datang mengunjungimu. bagaimana kalau nanti habis membicarakan masalah acara amal ini nanti kita berdua kesana”

“Aku???” God, aku ke istana Windsor menemui ratu? pasti nanti dibidik lagi oleh paparazi di tengah jalan itu. Rasanya belum selesai masalah kemarin ketika aku dipotret bersama dia ketika acara pesta kemarin itu sekarang harus dibidik oleh sekumpulan kamera lagi. rasanya aku tidak punya kehidupan privacy sama sekali. Tapi kalau melihat tatapan matanya yang dalam itu aku tidak kuasa menolak. Seketika itu juga aku mengangguk perlahan.

Aku menjelaskan masalah acara amal yang nanti akan aku selenggarakan bersamanya, acara amal ini akan mengundang banyak donatur dimana akan ada peragaan busana, dan lain sebagainya. Dimana hasilnya nanti akan diberikan kepada anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Ketika aku menjelaskan hal itu, dia tampak duduk santai disebuah sofa sambil tersenyum kearahku.

“Ada apa?”

“Tidak…. kalau melihatmu begini, aku jadi teringat dengan pertemuan pertama kita dulu. apa kamu ingat?? waktu fashion show di acara amal itu kamu memakai pakaian yang sangat cantik, saat itu kamu betul-betul memikat. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku”

Oh, acara itu? Aku betul-betul malu kalau mengingat hal itu. disaat itulah pertemuan pertamaku dengannya. saat itu aku sama sekali tidak menyadari kalau ada seorang pangeran di acara amal itu dan hal yang membuatku tidak percaya ternyata sang pangeran melihatku dan bahkan memujiku. Diantara semua perempuan cantik yang ada dia lihat selama ini, kenapa aku yang harus ia pilih. Aku ingin menanyakan masalah ini padanya.

“Will, boleh aku bertanya…. didunia ini banyak perempuan cantik melebihiku dan aku yakin mereka semua pasti ingin menjadi kekasihmu, tapi kenapa kamu memilihku?”

“Kamu ingin tahu jawabannya?” Tanyanya sambil tersenyum

Aku mengangguk perlahan.

“Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku kembali lagi padamu… ingat tidak pas kita berpisah ketika itu? saat itu aku berpikir aku adalah pewaris tahta Kerajaan Inggris, masih banyak perempuan didunia ini yang pasti tertarik padaku. Aku mencoba jalan dengan beberapa dari mereka, tapi pada akhirnya hubungan itu tidak pernah lama. Dan yang ada dikepalaku hanya ada dirimu dan ujungnya kita bersama lagi… apa itu yang namanya takdir?”

Mendengar hal itu aku rasanya betul-betul terharu. Seorang pangeran kerajaan inggris mengatakan hal ini padaku. Selama ini aku merasa bahwa cerita seperti cinderella itu adalah sebuah dongeng belaka yang tidak akan pernah terjadi. Tapi kenyataannya aku mengalami nasib yang sama dengan cinderella. Ah tidak… ada sedikit perbedaan Cinderella bertemu dengan sang pangeran di pesta dansa, dan kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Sedangkan aku bertemu dengan dia di sebuah acara amal dan kemudian kami berkenalan dan menjalin hubungan putus nyambung selama 8 tahun. Selain itu sang pangeran menggunakan kuda putih dan kereta ketika menjemput Cinderella. sedangkan aku… pangeranku ini menjemputku pake mobil limosinnya, kadang pake kuda, dan kadang…. Aku melihat ke jendela rumahku. Tampak ada sebuah helikopter ada di perkarangan rumahku. Sepertinya kehidupan sangat berbeda dengan cinderella. Tapi aku memiliki sebuah akhir yang sama dengan Cinderella…

William mendekatiku dan membelai rambutku. Aku menatap wajahnya yang indah itu.

“Sebentar lagi kau akan menjadi seorang putri, putri yang paling dicintai oleh rakyat. Siapkah kamu menemaniku mengurus kerajaan dan melindungi rakyat”

Dia mengatakannya sekali lagi. kalimat itu, selama aku jalan bersama dengannya aku tidak pernah menganggap dia seorang pangeran, aku menganggap dia sebagai kekasihku, ketika kami jalan bersama, berlibur bersama bahkan pesta bersama. kami merasa seperti pasangan biasa. tapi kini aku pun masih tidak percaya, pemuda yang aku pacari selama ini benar-benar seorang pangeran. Saat itu aku merasa tertekan, betapa besar beban ini, Tapi kini aku bisa melalui itu semua, aku sudah mulai terbiasa dengan itu semua.

“Ya…. Aku akan selalu menemanimu sampai kapanpun” jawabku. William pun memelukku.

Meski setelah ini akan ada banyak cobaan berat, meski setelah ini aku semakin akan disorot oleh banyak wartawan dan paparazi yang berusaha menguak rahasia dan privacy dan menyebar berita yang tidak benar tentangku dan banyak tekanan dan beban yang akan aku dapatkan sebagai seorang putri. Aku yakin aku akan bisa melaluinya, asal itu bersamamu. Selamnya bersama pemuda yang akan menjadi suamiku, seorang pewaris Kerajaan Inggris. Pangeran William.

Cerita terinspirasi dari Pangeran William dan Kate Middleton

Written by : Camarillo Maxwell

Synopsis:

Alinda belum pernah jatuh cinta atau pacaran satu kali pun. la asyik ngejomblo terus karena gak ada satu pun cowok yang pas ‘nyangkut’ di hatinya. Tapi gara-gara magang di sebuah perusahaan yang bos-nya galak setengah mati, Alinda jadi menemukan cinta pertamanya. Awalnya, Alinda beberapa kali ditolong Bagas, ‘si dewa cintanya’ dari kejadian yang bisa bikin dia kena marah bosnya yang super galak itu. Diam-diam Alinda jadi suka sama Bagas. Tahu perasaan Alinda, orang sekantor malah nyomblangin Alinda sama Bagas.

Sayangnya, cerita cinta Alinda gak semulus itu. Ternyata Bagas sudah punya cewek. Alinda akhirya memutuskan untuk serius sama Alvin, cowok lain yang mencinta Alinda. Yang bikin bingung, ketika serius sama Alvin, Bagas malah minta balik sama Alinda lagi yang baru aja diputusin ceweknya. Terus, siapa dong yang harus dipilih Alinda? Bagas, yang cinta sejatinya, atau Alvin cowok yang serius mencintainya?

by Camarillo Maxwell

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.

Lazada Indonesia