Image by : HerizkArt Gallery

Begitu Amazing Boys selesai konser, mereka pun langsung kembali ke kamar mereka masing-masing. Mereka harus segera siap-siap ganti baju dan berangkat kembali ke Korea. Lee  pun merasa ada seseorang yang ada dibelakangnya.

“Risa ya?”

Tanya Lee  sambil mengganti bajunya tanpa melihat ke belakang.

“Iya, hehe… kok tahu. Aku datang kesini bukan mau macam-macam. Aku mau mengambil sesuatu”

“Aku tahu kok, nih….”

Lee  pun langsung melemparkan bantal itu ke Risa. Risa pun langsung menangkapnya kok kayaknya di bagian posternya Lee  ada coretan.

“Udah kutambahkan tanda tanganku sebagai bonus”

“Ja….jangan salah paham sebenarnya ini bukan bantalku”

“Sudahlah ngaku saja, kamu fans ku kan? Kamu bisa teleport sampai kesini karena kamu ingin bertemu aku kan?”

“Jangan GR. Siapa juga yang mau menjadi fansmu”

Kata Risa sambil menyembunyikan rasa malu dan gengsinya. Risa melihat Lee  terlihat menulis sesuatu dan memberikannya kepada Risa. Risa pun menerimanya Terlihat tulisan alamat rumah, letak posisi kamar di asrama mereka serta nomor telepon.

“Begitu aku sampai ke korea, mampir saja kesana, ada yang aku mau minta tolong bantuanmu kalau kamu tidak keberatan. Tapi jangan lupa telepon dulu takutnya pas teleport ada orang lain lagi. Sudah ya, aku pergi dulu. Sampai ketemu di Seoul”

Kata Lee sambil memakai kacamata hitam dan topinya, dia pun langsung bergegas pergi. Tinggallah Risa di kamar itu sambil bengong. Tunggu? Jadi ini semua belum berakhir? Maksudnya mereka masih akan bertemu lagi? Apa ini mimpi?

***

Tentu saja awalnya Risa merasa deg-degan untuk pergi ke korea dengan teleportnya. Apalagi dia kesana untuk bertemu dengan idolanya. Idolanya pun mengenal dia secara personal. Apa ini mimpi? Bisa jadi setelah ini hubungan mereka bisa jadi sahabat atau bahkan kekasih? Risa sudah tidak bisa membayangkan apa yang bakal akan terjadi. Risa kini yakin kalau idolanya itu sudah tiba di korea sekarang itu dia tahu lewat status twitter update, Risa mengirim sms ke Lee sambil menarik nafas dalam-dalam dan tidak lama kemudian Risa mendapat balasan sms dari Lee, Risa disuruh ke kamar Lee di apartemennya, dia bilang Risa jangan sampai salah kamar, Risa membayangkan Lee dan minta ke tubuhnya agar bisa mengantarnya sampai sana. Dan berhasil, Risa sudah berada di kamar Lee kebetulan para membernya yang lain sedang tidak ada di apartemen, Disana Risa berbicara mulai banyak dengan Lee, karena kondisi mereka saat ini sedang santai, kalau kemarin mereka gak banyak bicara itu karena kondisi mereka tidak memungkinkan saat itu.

Lee banyak bertanya tentang Risa, kenapa Risa bisa memiliki ilmu seperti itu? Untunglah diantara semua fans hanya Risa yang bisa punya ilmu teleport seperti ini kalau ada beberapa fans punya teleport seperti Risa bisa habis dia. Risa pun tertawa mendengar kata-kata Lee. Rasanya Risa senang punya ilmu teleport pemberian dari yang diatas ini, kalau tidak punya ini bagaimana dia bisa dekat dengan idolanya seperti ini selain itu di saat-saat tertentu Risa bisa pergi ke mana saja, tanpa dicurigai oleh orang tuanya.

Sudah beberapa hari dan minggu Risa sudah mulai banyak ngobrol dan jalan bersama Lee, tentu saja Risa menyamar dan otomatis Lee juga menyamar biar ketika mereka jalan tidak ada yang mengenali. Selama perjalanan Risa pun bertanya kepada Lee apa yang ingin Lee minta tolong darinya. Lee sebenarnya agak segan memintanya, takutnya Risa akan susah menyangupi permintaannya itu. Risa terus bertanya, akhirnya lee mengatakannya juga, Lee ingin ke villa keluarganya di Hawaii, ada barang peninggalan almarhum ibunya disana tapi selama ini Lee hampir tidak pernah kesana karena jadwalnya yang sibuk. Risa pun garuk-garuk kepala, Hawaiiitu cukup jauh apa dia sanggup kalau kesana, tapi kalau Risa pikir-pikir beberapa kali Lee sudah mengajaknya jalan bahkan mentraktirnya pula memang Lee mentraktir Risa dengan tulus tapi kalau teleport ke Hawaii. Akhirnya Risa pun menyanggupi, Risa memegang tangan Lee dan minta agar Lee mau membantunya memikirkan dimana posisi villa itu di Hawaii. Mereka pun teleport ke Hawaii tentunya mereka salah tempat beberapa kali sampai nyasar, Risa pun melihat jam tangannya takut-takut kalau di Jakarta udah pagi dan nanti orang tuanya masuk kamar Risa gak ada, mana lagi akhir-akhir ini orang tua Risa curiga karena Risa suka ngantuk wajar karena dia kurang tidur, pas waktunya tidur Risa teleport ketemu Lee.

Setelah dengan susah payah bertanya sana sini akhirnya ketemu juga letak villa di Hawaii itu, Lee dan Risa sudah berada di villa yang kosong itu, Lee segera mencari sesuatu di kamar itu dan begitu ketemu Lee merasa senang sekali, ternyata Lee mencari liontin yang berisi foto ibunya dan juga cincin ibunya. Setelah menemukannya Lee dan Risa pun jalan-jalan berdua ke pantai di Hawaii yang sedang sepi saat itu.

“Makasih ya Risa, berkat kamu aku sudah menemukan harta karun yang aku telah lama cari selama ini. Sekarang aku ingin Tanya apa ada yang bisa aku Bantu saat ini untuk membalas kebaikanmu?”

Kata Lee sambil menatap wajah Risa, Risa pun jadi teringat akan kenangan buruk dia di masa lalu, ketika dia tergila-gila mencintai seorang playboy, lalu playboy itu menggantungkan perasaannya, mempermainkannya lalu dicampakkan didepan semua orang. Kalau seandainya waktu itu Risa kembali ke masa lalu dan menggandeng cowok tampan seperti Lee seperti ini. Pasti sejarah akan berubah dan dia tidak perlu merasa sakit hati dan trauma seperti ini.

“Ada sih, tapi itu tidak mungkin. Aku sebenarnya ketika SMA dulu mencintai seorang buaya darat yang telah mempermainkan, mencampakkan dan mempermalukanku saat itu. Kalau saja aku kembali ke masa lalu aku pasti akan berusaha untuk tidak mencintai pria itu, tapi…”

Belum selesai Risa menyelesaikan kata-katanya. Tiba-tiba Lee memegang tangannya dan membuat Risa terkejut.

“Maksudnya kamu mau kembali ke masa lalu, memperbaiki trauma masa lalu itu dengan teleport? Kalau kamu mau baiklah aku akan temani kamu kesana”

“Tidak mungkin Lee, memang sekarang kita bisa teleport ke mana saja tapi kalau ke masa lalu? Aku rasa tidak mungkin”

“Kita tidak akan tahu gagal atau tidak kalau kita tidak mencoba, ayo… sebelum aku berubah pikiran”

Lee masih tetap menggenggam tangan Risa dengan tatapan mata serius.

“……Baiklah, aku tidak mau tahu kalau nanti gagal”

Risa menggenggam tangan Lee dengan erat, Risa pun mulai konsentrasi dan memejamkan matanya mengingat kondisi kejadian saat awal dia masih dekat dengan Doni. Tiba-tiba terlihat cahaya menyilaukan dari tangan Risa dan Lee saking silaunya mereka sulit membuka mata dan kemudian tiba-tiba saja Risa sudah berada di sebuah kamar. Risa pun membuka mata dan melihat di sekelilingnya ini memang kamarnya tapi nuansanya lain, Eh.. kok di kamarnya bukan poster Amazing boys yang ada foto personil sembilang orang lengkap, tapi kok foto westlife sama backstreetboys, tunggu… berarti ini?? Risa langsung melihat cermin, astaga….. penampilan ini?? Ini adalah penampilannya sepuluh tahun yang lalu!!! Masih pake kacamata, rambut kepang, tas kuno, seragam sekolah. Risa melihat hp nya yang masih jadul lalu tanggalan kalendernya juga tahun 2003. Jam menujukkan pukul 6:30 bentar lagi dia harus berangkat ke sekolah, tapi dia bingung kemana Lee kenapa tidak ada di kamarnya. Jangan-jangan mereka lagi terpisah, aduuh… Kalau Risa bisa teleport berarti dia seharusnya bisa telepati. Risa konsentrasi dan mencoba berbicara dengan Lee, ternyata Lee memang lagi di luar tepatnya di lapangan baseball, Risa pun langsung ke sana dengan teleportnya, Risa melihat Lee sedang berada di tengah lapangan baseball dan dia berusaha bangun. Sepertinya pas Teleport Lee langsung terpisah dari Risa dan terjatuh beberapa meter ke atas lapangan base ball ini. Risa takjub juga melihat Lee, yang sepuluh tahun lebih muda, kalau tak salah Lee itu berumur 29 berarti sekarang 19 tahun, tapi wajahnya masih tetap ganteng tidak ada perubahan, hanya tinggi badan dan rambut saja yang berbeda, rambutnya yang biasanya berwarna oren sekarang berwarna hitam.

“Kamu gak apa-apa Lee?”

Tanya Risa khawatir.

“Gak apa-apa tadi cuman jatuh sekitar dua meter. Tapi ngomong-ngomong ini penampilanmu pas sepuluh tahun yang lalu? Sebenarnya kamu manis, Risa tapi kalau penampilan kamu seperti kutu buku begini wajar kalau kamu mungkin agak dimainin sama cowok kayak gitu. Gimana kalau ubah sedikit penampilan, kepangan rambut ini dilepas saja, lalu kaca mata ini lepas saja, dan karena cuaca agak dingin kamu pake jacket ku yang warna merah ini aja, dah manis kok…. Ada lip gloss gak? Kamu oles ke bibir biar kelihatan cerah. Lalu kamu harus bisa tampil percaya diri dan merasa dirimu cantik dan pantas dihargai. Aku yakin orang kayak begitu tidak akan bisa mempermainkanmu”

kata Lee sambil melepas kepangan rambut, mencopot kacamata Risa dan melepas jacketnya dan memakaikannya ke Risa. Risa pun hanya terdiam dan dia sendiri sebenarnya merasa kalau perasaannya sudah berubah, dia sangat menyukai Lee, bukan sebagai fans ke idolanya tapi lebih, padahal Risa sudah berkomit kalau dia tetap ingin menjadi teman atau sahabat Lee, tapi kalau Lee tetap baik seperti ini Risa takut kalau nanti dia akan berharap banyak.

“Makasih Lee, aku… aku berangkat sekolah dulu ya….kamu gak apa-apa disini dulu? Soalnya aku harus belajar dulu, nanti begitu selesai sekolah aku samperin kamu deh”

“Iya, gak apa-apa. Memangnya sekolah kamu dimana sih?”

“Itu, gak jauh dari sini, dari pertigaan itu nanti ke kiri dan lurus itu sekolahku”

“oke, sudah pergi sana, nanti telat masuk sekolah”

Risa pun langsung mengangguk tersenyum dan dia pergi ke sekolahnya. Sedangkan Lee masih membenamkan kepalanya diatas rumput baseball. Sambil melihat sinar matahari diatasnya. Tak percaya rasanya dia bisa kembali ke masa sepuluh tahun yang lalu. Dia pun mengingat Risa, dan Lee pun tersenyum. Kalau Cinderella menjadi seorang putri hanya diberikan waktu sampai tengah malam lalu bagaimana dengan putri Risa ini? Akankah bisa lebih lama? Lee hanya menghela nafas panjang dan tersenyum cukup sedih.

Bersambung…

***

Written by : Camarillo Maxwell

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.