Image by : HerizkArt Gallery

Hidup ini adalah misteri dimana terkadang semuanya terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Seandainya kita bisa membuatnya diatur seperti yang kita suka tentu akan menyenangkan.

Dulu ketika umur 17 tahun pas dia kelas tiga SMU, dia dulu pernah sangat mencintai seorang cowok waktu itu, tapi sayangnya ternyata hubungannya digantung saat itu, terlebih cowok itu sudah punya pacar dan cowok itu pun sangat jahat kepadanya hingga dia dipermalukan oleh teman-temannya dan Marissa saat itu merasa seperti cewek yang bodoh apalagi cowok itu adalah cinta pertamanya.

Seandainya waktu itu dia bisa kembali lagi ke masa saat itu dia ingin mengubah masa lalunya mungkin sekarang dia sudah punya pacar yang keren dan menikah. Sudahlah masa lalu tidak mungkin akan kembali saat ini lebih baik dia segera menyongsong masa depannya.

Sebenarnya sudah beberapa kali orang tua, kakak dan teman-temannya nanya sebenarnya selera Risa itu seperti apa? Risa pun melihat poster yang ada dinding kamarnya kalau mau jujur saat ini memang cowok ini yang jadi tipe Risa, tapi tentu saja untuk mendapatkannya dia harus bertempur melawan jutaan fasnya.

Bagi Risa yang termasuk anak yang tertutup, cuek dan diprotektif oleh orang tua mungkin punya pacar artis seperti ini akan menjadi hal yang tidak masuk akal baginya. Artis yang bernama Lee (28) ini pasti bebas dalam menentukan hidupnya, dia bebas dari orang tuanya, dia menjadi artis seperti yang dia inginkan, lalu hangout bersama teman-teman, traveling, lalu punya fans yang banyak, tentunya kaya apalagi yang kurang. Sedangkan Risa hanyalah gadis biasa yang harus melakukan ini dan itu, tidak boleh ini dan itu, gak boleh pacaran sama sembarang cowok tapi keluarga minta dia segera punya cowok baik. Risa merasa hidupnya kurang bergairah. Kalau dia terus menjadi burung dalam sangkar begini gimana dia bisa bebas. Sebenarnya Risa pun sudah menjadi penulis skenario di perusahan rumah produksi memang dia mendapat gaji besar, tapi lingkungan sosialnya pun terbatas bagaimana bisa juga dia kenalan dengan banyak orang kalau terus seperti ini, jika terus dikekang oleh orang tuanya. Kalau seandainya dia bisa punya Teleport. Ilmu yang bisa berpindah dalam sekejap pasti Risa puas banget seperti sekarang ini.

“Ayah, kenapa aku tidak boleh menonton konser Amazing Boys di Singapore? Aku kan pergi sama teman-temanku”

“Tetap tidak boleh… memangnya kamu pikir aman ke konser seperti itu? Kalau terjadi apa-apa gimana?”

“Seharusnya kamu sadar Risa, justru karena kamu suka boyband-boyband kayak gini yang bikin kamu gak laku sampai sekarang. Mau sampai kapan juga kamu bermimpi?” Sindir Renni kakak Risa”

Mendengar itu Risa pun langsung bergegas pergi dan masuk kedalam kamarnya dan menguncinya. Risa berusaha menahan tangis tapi tetap saja dia menangis dia pun langsung membuka jendela kamarnya sambil melihat langit, ada bulan dan bintang di atas sana.

Risa merasa sangat sedih dan kecewa. Risa pun menghubungi teman-temannya mereka pun kecewa mendengar Risa tidak bisa hadir, mereka berncana untuk pergi besok pagi dan menonton konser Amazing Boys besok di Singapore. Dia pun teringat dengan apa yang dikatakan oleh gurunya dulu. Katanya kalau kita mau mendapat balasan kebaikan, kita harus melakukan kebaikan ke orang lain, kalau kita melakukan hal yang jahat kita pun juga akan mengalaminya juga. Oleh karena itu kalian semua harus berusaha menjadi anak yang baik agar hal-hal yang baik itu dapat menghampiri kalian.

Risa jadi teringat berapa banyak pengorbanan yang ia berikan kepada keluarganya, cowoknya dulu, teman-temannya, karena orang tuanya protektif dia sebisa mungkin mencari pekerjaan yang tidak begitu banyak keluar rumah yaitu sebagai penulis skenario, lalu Risa pun setuju sebelumnya kuliah dekat rumah, kemudian dengan uangnya juga dia membantu melunasi hutang kakaknya, lalu Risa pun ingat bagaimana dia berusaha sebaik mungkin menjadi teman yang baik bagi temannya dulu yang ada temannya malah memanfaatkan dia dan Risa pun dibully terakhir seberapa besarpun Risa mencintai cowoknya dulu yang ada cowok itu hanya menggantung dan mempermainkannya. Sebaik apapun Risa kepada keluarganya tetap saja dia menjadi kaum terindimitasi lalu apa yang harus Risa lakukan. Kenapa meski Risa melakukan kebaikan kenapa semua rasanya seperti sia-sia yang ada ia dibalas air tuba.

Ditambah lagi Risa pun menjadi burung dalam sangkar begini. Lengkap sudah rasanya penderitaan. Seandainya saja dia bisa Teleport dia kan bisa pergi diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya dan juga kakaknya. Lalu mungkin bisa mengunjungi Lee, artis korea boyband idaman Risa sejak dulu. Risa pun merasa sangat mengantuk dan akhirnya dia pun ke tempat tidurnya dan tertidur. Seandainya bisa Teleport dan disebelahku ada Lee, tentu akau menyenangkan itulah harapan dan juga doa Risa sebelum ia terlelap saat itu.

Begitu Risa bangun, Risa merasa aneh sepertinya ada seseorang yang ada di sebelahnya. Atau mungkin perasaannya saja, sepertinya dia tadi beneran sudah mengunci kamarnya tidak mungkin ada orang lagi yang masuk. Begitu Risa membuka matanya sedikit demi sedikit. Hah? Kok kayak ada cowok didepan matanya? Apa mungkin cuman mimpi kali ya? Risa pun mengucek matanya dan dia kini yakin kayaknya memang ini cowok dan mukanya kok kayak Lee ya. cowok manis itu pun terlihat sedang tertidur nyenyak. Risa pun segera membuka mata lebar-lebar dan melihat pemandangan sekitarnya, ini bukan kamarnya? Lebih tepat kalau dibilang ini adalah kamar hotel.  Risa melihat ada Lee disebelahnya, gak mungkin ini cuman mimpi kan? Ini cuman mimpi kan? Risa melihat baju yang dia pakai ini beneran daster yang dia pakai pas tidur. Risa pun langsung teriak. Cowok yang lagi tidur itu pun terbangun dan dia pun kaget melihat Risa yang ada di kamarnya.

“Si… Si… Siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk kamar ini? Kamu termasuk salah satu sasaeng fans ya sampai masuk ke kamarku segala”

kata cowok itu dengan logat bahasa koreayang cukup fasih. Untungnya dulu Risa pernah kursus bahasa korea selama tiga tahun jadi Risa pun bisa mengerti dan berbicara.

“A.. Aku juga enggak tahu kenapa bisa ada disini. Begitu bangun aku sudah ada di kamar ini. Jangan-jangan kamu lagi diam-diam pas aku lagi tidur kamu culik aku”

Jawab Risa dengan bahasa koreanya yang sedikit terbata-bata.

“Jangan main-main yang mau culik siapa? Begitu kami kemarin berangkat dari Korea, kami sampai di Singapore ini kami langsung ke kamar dan langsung tidur. Untuk persiapan konser Tidak ada waktu keman-mana yang paling aneh ya kamu kenapa bisa ada disini?”

“A-apa? Korea? Singapore? Konser?….”

Risa melihat ada majalah di atas meja dimana ada gambar personil Amazing boys dan dia mengambilnya dan membandingkan dengan cowok yang ada didepannya ini. Ternyata wajah Lee di majalah mirip sekali dengan cowok yang ada didepannya ini.

“Lee… Kamu beneran Lee ?”

Tanya Risa tidak percaya.

“daripada itu, bisakah kamu jelaskan kenapa kamu bisa ada disini?”

Mereka pun ngobrol, Risa berusaha menjelaskan kenapa dia bisa ada di kamar ini. Waktu itu dia marah karena tidak bisa menghadiri konser, lalu Dia pun menangis sambil tertidur dan begitu bangun dia sudah berada di kamar ini. Tapi Risa tidak mau mengatakan kalau dia sebenarnya tadi malam tidur sambil memeluk poster Lee . Kalau Lee tahu tentu itu memalukan.

“Astaga ternyata ada juga keajaiban seperti itu ya. Berarti kamu mungkin melakukan Teleport secara tidak sadar”

“Apa? Teleport? Gak mungkin, masa iya aku bisa melakukannya?”

“Buktinya dari Jakarta kamu bisa sampai ke Singapore gini. Lagipula bukti yang paling kuat adalah kamu masih pakai daster bergambar bebek itu. Tapi bentar lagi sudah waktunya pagi, kamu juga harus berangkat ke rumahmu kan, terlebih kamu bilang orang tuamu protektif sekali tentu nanti jadi bingung kalau kamu tiba-tiba gak ada di kamar. Lagipula juga bentar lagi manager dan teman-temanku pada masuk kamar ini. Cepat kamu kembali lagi ke Jakarta dengan Teleport

“Kalau aku tahu caranya aku sudah melakukannya dari tadi”

Kata Risa panic.

Tiba-tiba terdengar suara bell kamar. Lee dan Risa pun mulai bingung dan panic.

“Kau harus berusaha dan yakin pada dirimu sendiri cepatt!!!”

Lee pun langsung menggenggam tangan Risa. Risa pun digenggam erat seperti ini oleh Lee Rasanya seperti mimpi, Risa pun terlihat ngeces melihat Lee. Lee pun merasa aneh dan menaikan alisnya sebelah.

“Risa……. Ini bukan waktunya untuk main-main”

kata Lee dengan tatapan tajam dan mengernyitkan alisnya. .

“Eh iya, sorry….. aku lagi berusaha. Teleport ke Jakarta, Teleport ke kamar di rumahku….”

Risa sedang konsentrasi penuh.

Pintu kamar Lee mulai terdengar suara manager yang memiliki kunci kamar Lee mau membuka pintunya.

“RISAAA!!!!!!”

Teriak Lee, Risa pun jadi tambah konsentrasi dan akhirnya dia pun menghilang dari kamar Lee . Lee  pun merasa lega, akhirnya Risa bisa juga Teleport dan para manager dan teman-teman membernya bertanya apa yang terjadi. Lee  mengatakan tidak ada apa-apa. Lee  pun disuruh untuk siap-siap sarapan, dia pun melihat ada sebuah bantal helo kitty dan dibelakang bantal itu ada poster dirinya, Lee  pun tertawa rupanya dia tahu apa yang menyebabkan Risa bisa Teleport sampai kesini.

Sedangkan saat ini Risa di kamarnya masih bengong di kamarnya. Dia sekarang sudah berada di kamarnya. Apa tadi itu hanya mimpi? Dia berada di kamar Lee , Risa pun mencium tangan kananya yang tadi digenggam erat oleh Lee , kayaknya masih terasa hangat genggaman tadi dan juga masih tersisa wangi parfum Lee . Masa sih? Tidak mungkin. Dan Risa mencari-cari bantal  yang dia temple poster Lee , gak ada. Kemana bantal itu? Ah, dia baru ingat kalau bantal itu kebawa sampai ke Singapore, berarti masih di kamar Lee  dong. Risa menepuk dahinya. Bagaimanapun harus dia ambil mungkin nanti pas setelah konser.

Bersambung…

***

Written by : Camarillo Maxwell

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.