Pemegang status sebagai atap Jawa Barat, tentu gunung Ciremai memiliki magnet tersendiri bagi para pendaki. Gunung yang juga diselimuti cerita mistis yang kental ini tentu semakin memacu adrenaline saya untuk bertamu ke dalam hutannya yang rimbun.

Gunung dengan tinggi 3078 MDPL ini saya kunjungi bersama rombongan pada Mei 2016 lalu. Memilih jalur Apuy adalah kesepakatan saya dan rombongan dikarenakan jalur ini adalah jalur tersingkat dan terbilang tidak terlalu sulit.

Akses ke Apuy yang berada di kabupaten majalengka ini pun cukup mudah. Jika kamu memulai perjalanan dari Jakarta, kamu bisa menaiki bus Primajasa jurusan Majalengka via Tol Cipularang.

Saya dan rombongan berangkat pada pukul 17:00 dari pertigaan terminal Lebak Bulus, dimana bus Primajasa sering melewati persimpangan ini. Setelah melalui kira kira 6 – 7 jam perjalanan saya dan rombongan minta diturunkan setelah keluar tol cipularang. Untung saja saat itu masih ada angkutan umum yang bisa membawa kami menuju pasar Maja.

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum tersebut sampai ke pasar Maja. Nah di pasar Maja ini merupakan titik dimana kamu harus turun. Karna nantinya kamu akan menyarter mobil dari pasar Maja untuk sampai ke basecamp Apuy maupun ke Pos Berod.

Basecamp Apuy dan Pos Berod ini beda ya? Iya beda.

Saya sarankan jika kamu mencarter mobil, negosiasilah untuk diantar sampai ke pos Berod untuk mempersingkat waktu dan menghemat tenaga. Toh nantinya pendaftaran pendakian juga dilakukan di pos Berod ini.

Karena saya dan rombongan tiba di pasar ini pada pukul 02:30, kondisi masih sangat sepi. Untungnya tidak jauh dari pasar ada musholla yang bisa saya dan rombongan tumpangi untuk tidur sembari menunggu mulainya aktivitas sekitaran pasar dan mobil carteran ke basecamp Apuy.

Adzan subuh berkumandang, saya dan rombongan terbangun dan sholat. Setelah menyelesaikan ibadah, mulai lah berdatangan orang orang untuk menawari kami ojek untuk ke basecamp Apuy. Karna saya dan rombongan cukup ramai, kami tetap pada opsi untuk carter mobil. Kamipun ke pasar mencari mobil carteran sembari sarapan lucu.

Akhirnya kami menemukan mobil carteran, dan setelah negosiasi yang cukup lama, akhirnya saya dan rombongan sepakat dengan supir perihal pengantaran hingga kepos Berod.

Catatan : Minta antarlah kepada supir hingga sampai ke pos Berod, jika benar benar ingin menghemat waktu dan tenaga. Karena jika diturunkan di basecamp Apuy, maka kamu harus berjalan lagi menanjak selama 95 menit untuk sampai ke pos Berod. Dan mobil pun masih bisa menanjak kok hingga ke Pos Berod ini.

Berangkat dari pasar Maja kira kira pukul 06:30 kami tiba di pos Berodpukul 07:30. Setelah mengisi persediaan air dan mengurus izin pendakian kami berdoa dan memulai perjalanan pada pukul 09:00.

Berikut rincian waktu perjalanan saya dan rombongan dari pos ke pos:

Pos Berod – Pos 1 (Arban) 60 Menit.

Dari pos Berod menuju pos 1 ini track lumayan landai, sesekali menurun dan menanjak sedikit. Sedikit nyesek hehe. Sepanjang track, vegetasi hutan cukup rimbun. Pos berod juga merupakan area camping ground. Pos 1, ditandai dengan sebuah pondokan dimana kamu bisa nyender nyaman bagai dalam pelukan mantan.

Pos 1 (Arban) – Pos 2 (Tegal Pasang) 50 Menit

Perjalanan dari pos 1 ke 2 ini lebih sering mendapatkan bonus, atau jalan yang datar.

Pos 2 (Tegal Pasang) – Pos 3 (Tegal Masawa) 75 Menit

Sementara dari pos 2 ke 3 track lebih legit. Lelah menggigit. Gigit betis, gigit lutut, gigit pundak, ampe gigit jari wkwkwk. Tapi terus semangat yah karena di pos 3 ini merupakan tempat favorit untuk beristirahat (Sebenarnya). Apalagi saya dan rombongan sampai di pos ini pada saat jam jam laper.

Tapi uniknya, malah pendaki lokal yang kami temui menyarankan untuk tidak beristirahat lama di pos ini. Karena pos 3 juga jalur binatang binatang buas seperti macan kumbang (Habitat gunung Ciremai).

Selain itu ada cerita mistis di pos ini agar pendaki tidak berlama lama. Benar saja, saya dan rombongan seolah di usir. Betapa tidak, disaat saya dan rombongan hendak menyalakan kompor yang harus dipancing korek, tak satupun korek kami yang menyala.

Akhirnya kami memutuskan untuk duduk sejenak melepas lelah. Tapi… Yang terjadi malah tiba tiba datanglah gerimis kecil di tengah cuaca yang terik. Bergegaslah kami beranjak, dan tak sampai 10 langkah, gerimis pun berhenti. Ada ada saja ya..

Pos 3 (Tegal Masawa) – Pos 4 (Tegal Jamuju) 60 Menit

Perjalanan semakin menguras tenaga. Berbagai macam gaya kami coba untuk menanklukkan medan hahaha. Nah karena merasa di kerjai saat berada di pos 3 tadi, akhirnya saya dan rombongan melakukan pengisian perut di perjalanan menuju pos 4 ini.

Pos 4 (Tegal Jamuju) – Pos 5 (Sanghiyang Rangkah) 90 Menit

Mulai tak karuan. Itu saja yang dapat saya gambarkan sebelum sampai di pos 5. Terimakasih. Hahaha. Pos 5 menjadi spot kami untuk mendirikan tenda. Selain karena tempatnya yang cukup luas, dan tertutup alias tidak terlalu banyak angin, badan kami pun sepertinya sudah minta untuk di rebahkan.

Nah kembali kami bertemu dengan pendaki lokal di pos 5 ini. Jika kita membaca banyak tulisan tentang pendakian gunung Ciremai via Apuy, maka nyaris semuanya mengatakan kamu tidak akan menemukan sumber air di gunung ini. Tapi kami diberikan rahasia oleh pendaki lokal, bahwa ada sumber air di dekat pos 5 ini.

Jalannya memang sangat tertutup, dan harus membuka jalur. Cukup jauh dan terjal sebenarnya, karena saya harus menuruni lereng yang lumayan curam. Dan sedikit cemas takut kesasar nantinya. Setelah berjalan kira kira 15-20 menit, sampailah di sumber air yang merupakan cegukan atau tampungan hujan. Memang tidak begitu jernih karena memang air tertampung di cegukan tanah. Tapi gapapa lumayan buat masak ihiw. Sepanjang jalan ini juga banyak di temui kotoran babi hutan.

Pos 5 (Sanghiyang Rangkah) – Pos 6 (Goa Walet) 120 Menit

Kami yang bermalam di pos 5, bangun telat untuk summit attack. Kami baru bangun pada pukul 04:00. Dan baru memulai perjalanan pada pukul 05:00 setelah sarapan. Oh iya, saat bermalam di pos 5 ini pun ada keganjilan. Saat tengah malam, saya sempat tersentak bangun oleh karena mendengar suara tapak kaki kuda yang sangat kencang bagai kereta kuda yang sedang melaju. Hiiiii.

Lanjut.. kalau masalah track, dari pos 5 ke 6 goa Walet ini sedikit lebih enak. Apa karena kami sudah tidak membawa beban keril yang di tinggal di pos 5 ataukah track yang memang bersahabat.

Pos 6 (Goa Walet) – Puncak 40 Menit

Sesampainya di goa Walet, ternyata pendaki lebih banyak bermalam disini. Nah dalam perjalanan ke puncak, ada hal unik yang saya dan rombongan temui. Sesekali ada burung (yang saya lupa namanya) seakan menunjukkan jalur menuju puncak kepada kami. Dia berjalan loncat tepat di depan saya. Vegetasi yang sudah mulai berkurang dan bebatuan menghiasi jalur dari goa Walet menuju puncak.

Daaaann.. sampailah di puncak tertinggi Jawa Barat. Pemandangan kota Cirebon, Kuningan, dan Majalengka terlihat jelas dari atas sini. Kaldera gunung Ciremai sungguh cantik seolah menghipnotis saya, betapa besarnya karunia tuhan yang maha kuasa.

Setelah mengambil beberapa foto, dan menikmati kopi akhirnya kami pun turun kembali menuju pos 5 tempat saya dan rombongan nge-camp. Tak ingin berlama lama, sesampainya di pos 5 kamipun segera berkemas untuk kembali turun mengingat kami harus mengejar bus Primajasa terakhir dari Majalengka menuju Jakarta pada pukul 21:00 nanti.

Saya dan rombongan turun dan sampai di pos Berod sekitar pukul 15:00. Untungnya sudah ada mobil pickup yang sudah bersiap untuk mengantar kami kembali ke pasar Maja. Dari Pasar maja kami menaiki angkutan umum menuju terminal untuk naik bus Primajasa. Beruntung kami yang saat itu tiba di terminal sudah pukul 21:00 masih kebagian bus Primajasa terakhir menuju Jakarta.

Sungguh pengalaman yang sangat saya rindukan. Ciremai dengan segala keindahan dan rahasianya.

Rincian Biaya :

Bus Primajasa Jakarta – Majalengka : 40.000

Angkutan Umum terminal – Pasar Maja : 30.000

Mobil Pickup (carteran) Pasar Maja – Pos Berod : 35.000

Biaya SIMAKSI / Pendaftaran pendakian : 50.000 (Termasuk Sertifikat Pendakian)

Mobil Pickup (carteran) Pos Berod – Pasar Maja : 35.000

Angkutan Umum Pasar Maja – terminal : 30.000

Bus Primajasa Majalengka – Jakarta : 40.000

Total : 260.000

*(Mei 2016) Harga bisa berubah sewaktu waktu, kaya harga bensin rezim now.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.