Bagi para pendaki gunung Indonesia, mungkin nama gunung Prau sudah tidak asing lagi. Seiring ramainya penggiat hobi mendaki gunung dewasa ini, pengunjung salah satu gunung di Temanggung, Jawa Tengah ini pun semakin ramai untuk di sambangi.

Bukan hanya karena pemandangan yang di juluki seribu bukit yang indah, tapi gunung prau terus menjadi favorit karena aksesnya begitu mudah untuk di datangi ketika kamu sudah sampai di kota wisata Wonosobo.

Selain itu, gunung ini pun juga sangat bersahabat bagi para pendaki pemula, karena treknya yang terbilang tidak terlalu sulit dan juga titik tertingginya yang tidak begitu jauh yaitu 2565 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Saya sendiri pun juga mengenali dunia pendakian dari gunung ini. Terbilang sudah dua kali saya menyambangi gunung Prau. Pertama pada Mei 2015 dan yang kedua pada Akhir tahun 2016. Dan terbukti, seperti yang saya katakan diawal bahwa gunung Prau semakin ramai pada kali ke dua saya mengunjunginya. Itu tandanya, memang peminat pendakian gunung di tanah air begitu tumbuh dengan cepat.

Oke kita balik ke sharing tentang pendakian.

Mengawali perjalanan dari Jakarta, saya dan rombongan menggunakan bus Sinar Jaya jurusan wonosobo. Saya dan rombongan berangkat dari terminal Lebak Bulus pada pukul 17:00. Perjalanan menggunakan bus ini menghabiskan waktu sekitar 12 Jam, untuk sampai di Wonosobo.

Saran saya jangan turun di terminal Wonosobo. Tapi mintalah kepada supir untuk turun di persimpangan Madu Sari. Saya sarankan hal ini karena, jika kamu turun di terminal Wonosobo maka kamu akan di tawarkan mobil elf yang sifatnya sewa. Dan tentu tarifnya akan lebih mahal.

Lalu, bagaimana?

Jangan takut, sekalipun kamu turun di persimpangan Madu Sari pukul 05:00, pasti sudah ada angkutan umum yang menunggu untuk membawa kamu ke depan pintu masuk basecamp jalur pendakian gunung Prau, Patak Banteng.

Angkutan umum ini juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk ke pasar. Sekalipun belum ada angkutan umum yang nge-tem, kamu bisa ngeteh lucu dan makan gorengan syantik di sekitar persimpangan ini.

Dari Madu Sari, perjalanan menuju basecamp menghabiskan waktu sekitar 2 jam hingga 2,5 jam. Basecamp Patak Banteng sendiri berada dipinggir jalan, dan pasti akan dilewati oleh angkutan umum. Ada plang nya kok.. selaw. Pak supir juga tau kok.. jadi selaw maksimal.

Setelah istirahat sejenak, sarapan dan packing ulang, saya dan rombongan memulai pendakian pada pukul 09:00.

Jalur dari Patak Banteng merupakan  jalur tersingkat untuk sampai ke puncak Prau. Total durasi pendakian saya dan rombongan adalah sekitar 2,5 jam. Berikut rincian waktu dari pos ke pos.

Basecamp – Pos 1 (15 Menit)

Di awali dengan membaca doa dan menapaki anak tangga tentu dada menjadi sedikit sesak wkwkwk. Setelah anak tangga jalur ke pos satu juga masih tak terlalu sulit, karena merupakan jalur motor bagi warga yang pergi ke kebun.

Pos 1 – Pos 2 (30 Menit)

Masih dengan pemandangan kebun dikiri kanan, plus kamu juga sudah bisa melihat aktivitas desa di bawah sepanjang jalan. Jika cerah, kamu malah bisa melihat puncak dari gunung Prau. Nah sebelum sampai pos dua kamu masih bisa menemukan warung, sekaligus bisa menambah air dari pipa pipa warga. Ini juga menjadi sumber air terakhir kamu di gunung ini.

Pos 2 – Pos 3 (40 menit)

Dari sini, track pendakian sudah semakin sulit, dan sedikit curam. Tapi begitu sangat nikmat karena udaranya yang segar, belum lagi sesekali kamu bisa melihat gunung Sindoro dari celah celah pohon di sisi kiri dan telaga warna menghiasi dari sisi belakang  . Kalau cape bilang, kalau bosen bilang, jangan ngilang! Bahaha.

Pos 4 – Puncak (40 menit)

Nah ini niih, track semakin sempit dan sedikit curam. Terkenal dengan nama jalur cacing, dikarenakan memang tracknya sempit dan meliuk liuk seperti cacing. Tapi setelah itu kamu bisa menikmati indahnya pemandangan yang di suguhkan oleh gunung Prau yang berlatarkan gunung Sindoro dan Sumbing yang saling bersandingan.

Untungnya berangkat pagi, tentu kamu bisa merasakan sunset di Prau yang sangat indah. Belum lagi jika camping, tentu mendapatkan sunrise juga. Untuk lokasi camp sendiri, memang di lakukan di puncaknya.

Pengalaman saya sendiri, ngecamp di puncak gunung Prau punya sensasi dingin yang berbeda dan anging yang lumayan mengguncang terlebih jika kamu datang di musim kemarau. Oh iya, kamu jangan lupa bersantai diluar tenda sebelum tidur untuk menyaksikan indahnya bintang. Karena saya sendiri waktu itu sampai tidak bisa tidur keasikan melihat bintang yang begitu terasa dekat dan sesekali berjatuhan.

Begitupun pagi enggan tuk saya lewati demi menyaksikan sang fajar mulai menyapa dari ufuk timur. Sempurna.

Setelah sarapan saya dan rombongan pun bergegas untuk kembali pulang. Tentunya jalan turun akan lebih singkat. Untuk transportasi dari Patak Banteng menuju terminal Wonosobo juga gampang. Kamu hanya tinggal berjalan kedepan dari basecamp dan menunggu angkutan umum di pinggir jalan. Perkirakan waktu kamu agar sampai di terminal wonosobo sebelum pukul 16:00. Karena bus Sinar Jaya terakhir jurusan Wonosobo – Jakarta adalah pukul 16:00.

Rincian Biaya Transport

Bus Jakarta – Wonosobo : 120.000

Angkutan Umum Madu sari – Patak Banteng : 30.000

Biaya SIMAKSI / Pendaftaran pendakian : 15.000

Angkutan Umum Patak Banteng – Madu sari : 30.000

Bus Wonosobo – Jakarta : 120.000

Total : 315.000

*(Des 2016) Harga bisa berubah sewaktu waktu, kaya harga bensin rezim now.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.