Kepada Nyonya Tak Beretika

Padahal aku hanya ingin diberitahu, Nyonya.

Jika kau tak suka satu hal, katakanlah.

Jika kau jenuh, mengakulah.

Jika bahagiamu ada di tempat lain – jiwa yang lain, kejarlah.

Jika kau ingin pergi, pergilah.

Aku tak seegois itu untuk menahanmu.

Tapi bicaralah dulu sebelum kau hilang.

Baiklah, Nyonya.

Bukan air mata dan sesak dihatiku yang aku keluhkan.

Semua itu hanya proses yang akan terlewati dan aku nikmati.

Aku mengeluhkan semua tanda tanya dalam malamku.

Yang berakhir pada keraguanku, bukanlah pada dirimu, tapi pada diriku.

Seakan-akan semua sel ditubuhku mengandung kesalahan.

Coba kau rasa.

Tidak enak.

Kau tidak pernah salah jika ingin pergi dan meninggalkan.

Aku paham pada konsep hidup bahwa manusia adalah makhluk individual.

Kita hidup untuk diri kita sendiri, mengejar kebahagiaan masing-masing.

Kau menawan, selalu.

Tapi sekarang kau tidak lagi baik, Nyonya.

Kau pergi meninggalkan bias, dan ingatan akan caramu yang tak beretika.

Written by : Rifat Nasution

Di dalam kegelapan Jakarta, Januari 2016

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.