Image by : Free Pik

Wanita. Selalu menarik memang membahas tentang mereka. Selain ingin dimegerti, mereka ini juga ingin dibilang cantik. Sudah sifat dasar setiap manusia memang jika senang mendapat pujian dari orang lain.  Secara khusus saya ingin membahas kenapa sih sebenarnya alasan wanita itu ingin dibilang cantik? Tentunya sebelum saya menulis artikel ini, saya sudah melakukan beberapa survey ke beberapa teman wanita dengan pertanyaan yang sama. Tapi, dari jawaban teman-teman saya ini juga tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut seutuhnya. Saya masih belum puas, masih ada yang mengganjal saja. Sebelum kita telaah lebih dalam, saya akan menampilkan tanya jawab saya bersama mereka. Namun, demi menjaga keamanan dan tingkat kepo yang tinggi, saya sudah menyamarkan nama mereka menjadi lebih modern. Langsung saja, berikut adalah beberapa kutipan jawaban wanita-wanita tersebut.

Saya : Min, kenapa sih kalian para wanita pengen dibilang cantik?

Mukmin : Yaiyalah! Karena kan aku memang cantik. Ya nggak? Iya kan? Jawab!

**

Saya : Cuk, kenapa sih kalian para wanita pengen dibilang cantik?

Cukma : Yaelah pake ditanya lagi. Ya jelas lah kita udah usaha mati-matian gini biar terlihat cantik. Kalian nggak tau aja itu bedak harganya berapa, belum lagi eyeliner, eyeshadow, pensil alis juga. Apalagi ngebentuk alis supaya bagus, butuh ketelatenan dan kesabaran tau. Masa masih dibilang jelek juga gimana sih!?

Saya : Tapi kan kalo emang jelek masa kami harus bohong.

Cukma : OH JADI DARI TADI NANYA CUMA MAU BILANG AKU JELEK GITU?

**

Saya : Jing, kenapa sih kalian para wanita pengen dibilang cantik?

Jingga : Ya pengen aja, emang nggak boleh? Kenapa sih kalian para pria   banyak nanya nggak penting. Emang bener kata temen aku, semua pria itu sama aja!. Udah ya aku capek.

**

Scene selanjutnya dari obrolan diatas tidak perlu saya tampilkan, kalian pasti sudah mengerti. Tapi, seperti itulah kira-kira jawaban dari mereka. Kebanyakan memang berakhir dengan ancaman. Oke, mari kembali ke persoalan. Rumit memang mendapatkan jawaban konkrit dari pertanyaan seperti ini. Cantik itu menurut saya adalah sebuah perspektif dari masing-masing orang. Relatif. Karena setiap orang memiliki sudut pandangnya sendiri, juga untuk mengakui seorang wanita itu cantik. Misalnya orang yang setipe dengan teman saya Cukma tadi. Ia mungkin lebih mengakui seorang wanita itu cantik jika sudah mahir dandan, memakai pakaian branded disekujur tubuh, hingga harus bisa membentuk alis yang sempurna tebal lengkungan dan garis koordinatnya.  Ngomongin tentang alis, saya masih tidak paham mengapa alis itu harus dibentuk sedemikian rupa, padahal alis ini sudah memiliki bentuk masing-masing, kan? Biarkanlah para alis ini menjadi dirinya sendiri. Kasihan mereka.

Lalu apa jawabannya? Menurut saya mungkin karena para wanita hanya ingin mendapat pengakuan. Pengakuan atas segala yang sudah mereka lakukan demi terliihat cantik. Hanya dengan 3 kata: “Kamu cantik ya” –semua usaha mereka sudah terbayarkan. Karena memang sudah seharusnya segala usaha orang lain harus kita apresiasi. Apapun itu. Usaha apapun itu jika tidak terbalaskan pasti berujung sakit. Iya sakit.

Saya adalah seorang pengagum wanita. Menurut saya mereka adalah makhluk paling indah dimuka Bumi ini. Tapi cantik itu tidak melulu soal fisik. Wanita yang pintar, unik, lucu, aktif berkarya dan berbagai alasan lain, walaupun mereka tidak terlahir cantik secara fisik tapi mereka ini menarik. Menjadi wanita menarik itu sudah satu tingkat diatas cantik. Wanita seperti ini bukan hanya menarik perhatian, namun juga seringkali menarik hati ingin memilikinya. Saya rasa hampir sebagian besar pria tidak akan mengerti dan peduli dengan make up kalian para wanita. Jadilah menarik, maka kami tidak akan bosan memuja kalian.

Written by : Rifat Nasution

kesehatan dan kecantikan
3 replies
  1. nak belog
    nak belog says:

    salam kenal untuk admin ilmu bagoes,
    itu wajar menurut saya, semua orang ingin dipuji. kalau wanita ingin dibilang cantik, yang cowok ingin dibilang ganteng dll. gitu aja dulu

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.