Usia Andini masih 1 tahun. Tapi di usia sebelia itu ia sudah harus melalui perjalanan darat dan udara dari Kabupaten Belitung, Bangka Belitung ke Jakarta. Perjalanan tersebut harus segera dilakukan karena Andini divonis mengidap penyakit emboli oleh Dokter RSUD Kabupaten Belitung.

Emboli adalah suatu penyakit hambatan pada aliran pembuluh darah. Hambatan yang dimaksud di sini bisa berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal. Emboli yang muncul pada tubuh manusia dapat mengganggu organ tubuh karena kekurangan oksigen. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa mengidap penyakit ini dikarenakan pengaruh merokok, mengalami kegemukan atau obesitas, sedang hamil, memiliki penyakit jantung, berusia diatas 60 tahun, dan juga tidak pernah atau jarang bergerak dalam waktu yang cukup lama. Dalam kasus yang dialami oleh Andini berikut, ia tidak termasuk dari beberapa faktor diatas. Setelah ditelusuri lebih lanjut oleh Dokter, Emboli yang menyerang Andini kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang tidak sehat, dan lagi sistem imun dirinya yang tidak kuat sehingga mudah terserang batuk secara terus menerus. Udara di lingkungan tempat tinggal Andini memang tidak baik untuk anak-anak. Ia tinggal di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung yang mana sebagian besar lingkungannya adalah Pabrik. Ditambah lagi satu faktor kuat adalah Hasan, Ayah kandung dari Andini seorang perokok berat, yang-seringkali tidak sadar selalu merokok didekat anaknya. Sungguh sebuah fakta yang mencekam bagi Hasan mengetahui selama ini ia tidak sadar mencoba menciptakan penyakit pada putrinya sendiri.

Penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa ini membuat Meli, Ibu dari Andini merasa sangat terpukul setelah mengetahui putrinya mengidap Emboli. Menurutnya, Andini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda mengidap suatu penyakit berbahaya seperti ini. Apalagi Orang Tua Andini selalu memberikan yang terbaik demi tumbuh kembang putri satu-satunya ini. Itu juga yang membuat ia masih belum bisa percaya putri bungsunya divonis mengidap Emboli oleh Dokter. 

Meli memilih membawa Andini ke Jakarta agar sang putri tercinta mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Seperti diketahui, kebanyakan Rumah Sakit daerah belum memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Apalagi jika ada pasien yang mengidap penyakit langka seperti Emboli.

Di RSUP Fatmawati, Jakarta. Andini diharuskan untuk melanjutkan pengobatan embolektomi. Embolektomi adalah prosedur operasi  yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sumbatan yang terbentuk. pembuluh darah yang mengalami penyumbatan lalu akan dibedah dan sumbatan yang ada akan disedot. Tidak akan ada yang tega melihat tubuh mungilnya dimasukkan selang pengobatan, namun inilah cara agar senyum Andini segera kembali.

Dalam kesehariannya Andini selalu ceria dan bermain bersama abangnya yang berjarak hanya 1 tahun. Kini ia terbaring dengan jarum infus tertanam ditangan mungilnya. Dalam 1 bulan terakhir ia memang sering batuk-batuk dan sesekali sesak nafas, namun ibunda Andini hanya mengira anaknya mengidap batuk-batuk biasa. Semuanya berlangsung begitu cepat dan orang tua Andini mengatakan begitu sulitnya menerima keadaan seperti ini. “Apapun itu, semua akan aku usahakan supaya dia sembuh,” begitu yang diucapkan Meli menahan tangis.

Andini telah dirawat selama 1 Bulan 3 Minggu di Rumah Sakit . Ia harus menjalani operasi dan pengobatan lebih lanjut. Ratusan juta sudah biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Andini. Kesehatan Andini kini sudah berangsur membaik, ia kini menjadi perhatian khusus oleh orang-orang terdekatnya. Seringkali memang kita baru menyadari sesuatu yang penting ketika hal buruk sudah terjadi. Kesehatan itu memang sangatlah mahal. Uang sebanyak apapun menjadi sia-sia jikalau kesehatan kita tidak baik. Kasus Andini ini menjadi warna baru bagi dunia kesehatan, khususnya untuk penyakit emboli. Namun juga peringatan kepada orang tua yang sering sekali lupa bahwa daya tahan setiap orang berbeda-beda, apalagi anak yang masih balita. Sudah sewajarnya orang tua mengutamakan kesehatan buah hatinya, bukan malah menyebabkan ia terserang penyakit. Diluar sana masih banyak orang yang sedang berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya. Dan disisi lain banyak orang juga yang tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri. Jadi kita seharusnya bersyukur jika memiliki tubuh yang sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Karena kesehatan adalah aset yang paling berharga, hanya kebanyakan orang terkadang tidak menyadarinya saja.

Written by : Rifat Nasution

ibu dan anak
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.