Jelitaku.

Bagaimana mungkin aku mampu berpaling.

Caramu menatap.

Secarik senyum di antara lesung pipi mu.

Dan kata lembutmu itu.

Seakan membisikan lembut harapan itu.

Namun hari kian memaksa waktu.

Hingga kinipun saat nya tiba untuk ku pergi kembali.

Seragam lorengku adalah bukti cintaku pada negeri.

Semangat dan harapan kemenangan adalah tanda ku ingin lekas kembali.

Tetaplah engkau setia dalam sujudmu.

Meskipun mungkin air matamu terkadang pecah dalam tengadahan tangan.

Teruslah menjadi titik pandangku wahai jelita.

Di seberang mungkin penuh luka.

Namun kan terus ku kokang senjataku.

Meski hanya untuk pulang menyapa senyuman manismu.

Written by : Cemplenk Minoritas

adidas jersey
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.