alun-alun6

Alun-Alun Kota Bandung merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai destinasi untuk berwisata, baik wisatawan dalam maupun luar kota. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau dari berbagai tempat adalah salah satu alasan mengapa Alun-Alun menjadi tempat favorite untuk berkumpul dengan teman, bercengkrama dengan keluarga, atau sekedar untuk melihat keindahan kota Bandung dari puncak menara.

“sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui” adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan lokasi alun-alun kota Bandung yang terletak tepat di pusat Kota Bandung. Lokasinya yang tepat bersebelahan dengan Jalan Asia Afrika dan dekat dengan Jalan Braga yang mana kedua jalan ini juga menjadi iconic place saat berwisata ke kota Bandung. Berdirinya bangunan-bangunan kuno di sepanjang Jalan Asia Afrika membuat wisatawan sangat antusias untuk mengabadikan momen-momen indah ala ancient Bandung. Gedung Merdeka, Museum Asia-Afrika, dan Hotel Savoy Homann merupakan tiga dari berbagai Gedung Kuno yang masih berdiri kokoh sejak zaman penjajahan dulu. Puncaknya adalah ketika diadakannya Konferensi Asia-Afrika ke-60 pada tanggal 19-24 April 2015. Dari jauh hari sebelum penyelenggaraan KAA, masyarakat dan wisatawan luar Kota Bandung berbondong-bondong datang untuk menyaksikan kemeriahan persiapan KAA yang diisi oleh kreasi-kreasi seniman asli Bandung. Sejak saat itu Jalan Asia-Afrika tidak pernah sepi akan pengunjung.

Lain hal nya dengan Jalan bragaAsia-Afrika, Jalan Braga justru menawarkan banyak wisata kuliner dengan harga yang bervariasi. Jalan yang padat dengan pedestrian ini selalu menyuguhkan lukisan-lukisan indah hasil karya seniman Bandung yang terpampang di pangkal pinggiran jalan Braga.

Dari ketiga iconic place tersebut, Alun-Alun menjadi tempat untuk istirahat setelah lelah berjalan dari Braga dan Jalan Asia-Afrika. Tidak perlu bingung untuk mencari tempat untuk duduk santai, karena terdapat banyak tempat duduk di sekeliling Alun-Alun. Bagi wisatawan yang membawa anak, dapat bermain bersama di lapangan hijau yang terbuat dari rumput sintetis seluas 1.200 m2. Tapi, sebelum masuk ke lapangan pastikan alas kaki telah dilepas. Hal ini untuk bertujuan untuk memelihara kebersihan dan keindahan rumput. Karena selain untuk wisata, biasanya lapangan rumput ini juga digunakan untuk melaksanakan ibadah atau kegiatan keagamaan pada hari-hari besar Islam. Selain itu, berfoto adalah hal yang biasa dilakukan wisatawan di sekitaran Alun-Alun. Kebersihan dan kesehatan menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Bandung untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta masyarakat yang sehat. Hal ini dibuktikan dengan dibuatnya banyak tempat sampah di seluruh area Alun-Alun. Juga sanksi denda terhadap pelaku yang membuang sampah sembarangan atau merusak taman dan peralatan lainnya. Larangan merokok juga dibuat agar terciptanya udara bersih di sekeliling lokasi.

Jika sudah jenuh berkeliling dan bermain di lapangan rumput, wisatawan dapat melihat Alun-Alun serta gedung dan perumahan warga bandung dari ketinggian dengan cara menaiki menara dengan lift. Hanya dengan merogoh kocek 4000 rupiah saja, maka keindahan kota Bandung dapat dilihat. Persiapkanlah kamera atau handphone untuk mengambil foto dari berbagai sudut. Hal ini pasti tidak akan mengecewakan dan pastinya bikin ketagihan. Hanya saja untuk menaiki menara dibatasi hingga jam 4 sore.

Foto Alun-Alun Kota Bandung

Perpaduan sejuknya suasanya Kota Bandung dan indahnya awan dilangit membuat setiap gambar yang diambil dari sudut berbeda kamera berikut terlihat menarik dipandang mata.

Written by : Andri Suarna

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via E-Mail.
You can also followup comments without commenting.